RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF KAKI MENINGKATKAN SENSITIVITAS KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS

M Mulyaningsih

Abstract

Penderita diabetes mellitus semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penderita diabetes mellitus dapat mengalami berbagai macam komplikasi yang dapat mengakibatkan menurunnya fungsi tubuh, salah satunya yaitu penurunan sentitivitas kaki. Data menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang diabetes melitus mengalami penurunan sensitivitas kaki. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya yaitu Range of Motion (ROM) aktif kaki. ROM aktif kaki merupakan gerakan dasar untuk meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita diabetes mellitus. Tujuan : Mengetahui pengaruh ROM aktif kaki terhadap tingkat sensitivitas kaki pada penderita diabetes mellitus. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan One Grup Pretest-Postest. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 20 orang. Hasil : Sebelum dilakukan tindakan mayoritas responden memiliki tingkat sensitifitas sedang (70%). Setelah dilakukan ROM aktif, terdapat 40% dari responden yang mempunyai tingkat sensitivitas kaki baik. Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh ROM aktif kaki terhadap tingkat senisitivitas kaki pada penderita diabetes mellitus. Kesimpulan: Range Of Motion (ROM) aktif kaki dapat meningkatkan senisitivitas kaki pada penderita diabetes mellitus.

Keywords

Range Of Motion (ROM) aktif kaki, sensitivitas kaki, diabetes mellitus

Full Text:

PDF

References

Aini, N. 2016. Sistem Endokrim dengan Pendekatan NANDA NIC NOC. Salemba Medika.

Jakarta.

Dinas Kesehatan Jawa Tengah. 2017. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017.

http://www.depkes.go.id

Dinas Kesehatan Kota Surakarta. 2017. Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2017.

http://dinkes.surakarta.go.id

Herliawati. 2019. Sensitivitas Kaki Penderita Diabetes Melitus Antara Dua Perlakuan. Jurnal

Keperawatan Sriwijaya. 6(1) : 59-63.

Kisner, C., dan Colby, L.A. 2018. Terapi Latihan Dasar dan Teknik. EGC. Jakarta.

Lisanawati, R., Hasneli, Y., dan Hasanah, O. 2015. Perbedaan Sensitivitas Tangan dan Kaki

Sebelum dan Sesudah Dilakukan Terapi Pijat Refleksi pada Penderita Diabetes Melitus

Tipe II. JOM. 2(2): 1402-1409.

Lukita, Y.I., Widayati, N., dan Wantiyah. 2018. Pengaruh Range Of Motion (ROM) Aktif

Kaki Terhadap Risiko Terjadinya Ulkus Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus

Tipe 2 di Desa Kaliwining Kabupaten Jember. E-Jurnal Pustaka Kesehatan. 6(2): 305-

Munir, N. 2015. Neurologi Dasar. Sagung Seto. Jakarta.

Nuraini, H.Y., dan Surpiatna, R,. 2016. Hubungan Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Riwayat

Penyakit Keluarga Terhadap Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan

Masyarakat. 5(1) : 5-11.

Olviani, Y., Mahdalena., dan Rahmawati, I. 2017. Pengaruh Latihan Range Of Motion

(ROM) Aktif-Asistif (Spherical Grip) Terhadap Pasien Stroke di Ruang Rawat Inap

Penyakit Syaraf (Seruni) RSUD Ulin Banjarmasin. Jurnal Dinamika Kesehatan. 8(1):

-257.

Priyanto, S. 2012. Pengaruh Senam Kaki Terhadap Sensitivitas Dan Kadar Gula Darah Pada

Aggregat Lansia Diabetes Melitus Di Magelang. Tesis. Universitas Indonesia. Depok.

Silalahi, E.L., Ginting, S., dan Marpaung, A.J. 2015. Pengaruh Senam Kaki Terhadap

Sensitivitas Kaki pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Medan Tuntang Tahun

Jurnal Ilmiah PANNMED. 10(2): 147-152.

Susilowati, T., dan Windawati, F. 2016. Senam Ergonomik Meningkatkan Sensitivitas Kaki

Pada Penderita Diabetes Melitus Di Kelurahan Purwosari Kecamatan Laweyan Kota

Surakata. Junal Kebidanan dan Ilmu Kesehatan. 2(2): 71-84.

Tandra, H. 2017. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes. PT Gramedia

Pustaka Utama. Jakarta.

Wahyuningsih, R. 2013. Penatalaksanaan Diet pada Pasien. Edisi Pertama. Cetakan Pertama,

Graha Ilmu. Yogyakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.